Musyawarah Koperasi Merah Putih Desa Karyasari Bahas Penentuan Lokasi dan Penguatan Program Ekonomi Masyarakat

Karyasari, Cibalong – Musyawarah Koperasi Merah Putih Desa Karyasari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut digelar pada Sabtu, 30 November 2025, bertempat di Aula Desa Karyasari. Musyawarah ini dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Karyasari Bapak Toni, Ketua BPD Karyasari Bapak Wawan, Ketua Kopdes Koperasi Merah Putih Bapak Aep, Camat Cibalong, Babinsa Karyasari, serta perwakilan tokoh masyarakat, RT, RW, dan Karang Taruna.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat transparansi publik sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam membangun koperasi sebagai wadah ekonomi desa.

Pj. Kepala Desa Karyasari, Bapak Toni, dalam sambutannya menegaskan bahwa musyawarah ini adalah bentuk komitmen bersama dalam membangun desa berbasis kebersamaan dan keterbukaan.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan koperasi ini. Keputusan penting seperti penentuan lokasi harus melalui musyawarah dan mempertimbangkan manfaat terbesar bagi warga,” ujarnya.

Dalam forum ini, muncul dua usulan lokasi pendirian kantor koperasi. Usulan pertama disampaikan oleh tokoh Karang Taruna, Andri Suseno, yang mengusulkan lokasi di kawasan Karang Paranje karena dinilai strategis dan memiliki potensi pengembangan ekonomi.

Usulan kedua datang dari perwakilan RT, RW, dan tokoh masyarakat lainnya yang mengajukan lahan HGU di belakang kantor Desa Karyasari. Lahan tersebut sebelumnya pernah diwacanakan sebagai sarana prasarana desa dan kini tengah diperjuangkan sebagai aset desa.

Ketua BPD Karyasari, Bapak Wawan, menekankan pentingnya menjadikan musyawarah ini sebagai bagian dari proses transparansi dan akuntabilitas publik.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah pendidikan demokrasi bagi masyarakat. Setiap langkah pembangunan harus jelas, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kopdes Koperasi Merah Putih, Bapak Aep, mendukung penuh hasil musyawarah dan mengajak masyarakat bersatu menyukseskan program koperasi.

“Kami siap menjalankan amanah warga. Yang terpenting bukan hanya tempatnya, tetapi bagaimana koperasi ini bisa berjalan, berkembang, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melihat dua opsi lokasi yang muncul, seluruh unsur masyarakat sepakat untuk melakukan survei ulang dengan meninjau kelayakan fisik, legalitas, aksesibilitas, dan manfaat jangka panjang. Hasil penilaian akan ditetapkan dalam musyawarah lanjutan bersama pengurus koperasi, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat.

Musyawarah ini menjadi langkah awal penting dalam membangun Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa dan wadah pemberdayaan masyarakat Desa Karyasari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *