RUTINITAS PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BANG SAMPAH ALAM INSANI DESA KARYASARI, CIBALONG — MENUJU MASYARAKAT BERDAYA DAN LINGKUNGAN LESTARI

Garut, 27 November 2025 — Pengelolaan sampah kini menjadi rutinitas penting di Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Langkah tersebut dipelopori oleh BUMDes Desa Karyasari bersama Bang Sampah Alam Insani, yang menjalankan sistem pengolahan sampah organik dan nonorganik menjadi produk bernilai guna tinggi bagi masyarakat.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan sejak 26 November 2025 ini menitikberatkan pada pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk alami. Dengan metode fermentasi manual dan sederhana, pengurus mampu menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah pertanian. Harapannya, pupuk organik tersebut dapat membantu petani dalam meningkatkan kualitas tumbuhan dan produktivitas lahan.

Langkah nyata ini digagas oleh pengurus BUMDes sekaligus pengelola Bang Sampah Alam Insani, Bapak Odet Munajat Rahayu, yang memiliki visi besar dalam mengantisipasi dan mengurangi timbunan sampah di lingkungan sekitar.

“Sampah bukan hanya masalah, tapi bisa menjadi sumber manfaat dan peluang ekonomi jika kita kelola dengan bijak,” ujarnya semangat.

Meski keterbatasan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut masih menjadi tantangan, semangat kepengurusan tidak pernah surut. Justru menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, pengelolaan ini juga merambah pada sistem produksi skala komunitas melalui pengelolaan sampah kontrakan dan lingkungan pemukiman. Langkah ini menjadi pemicu semangat para pengurus untuk terus bergerak, berkreasi, dan mengembangkan inovasi lingkungan.

Penggerak utama program, Bapak Asep Munajat Rahayu, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya memerlukan kritik dan wacana, tetapi perlu aksi nyata.

“Kritik itu bagus, edukasi penting, tapi akan lebih maju kalau para pengkritik turun tangan ke lapangan. Buktikan dengan aksi nyata, bukan hanya kata,” tuturnya.

Menurutnya, mengubah sampah menjadi peluang adalah bukti kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan, masyarakat, bahkan bangsa dan negara. Harapan besar hadir agar sinergi antara pemerintah, masyarakat, aktivis lingkungan, dan petani semakin kuat dalam menciptakan Desa Karyasari yang bersih, sehat, produktif, dan mandiri.

Program ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi gerakan perubahan menuju desa ramah lingkungan berbasis ekonomi kreatif dari sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *