Festival Tradisional Membangunkan Sahur: Cara Garut Lestarikan Budaya Ramadan

GARUT, Garut Kota – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina menekankan pentingnya menjaga tradisi membangunkan sahur dengan cara yang tertib dan tidak menggunakan petasan.

“Yang membangunkan sahur harus tetap tertib, dan jangan lupa ikut berpuasa. Kadang-kadang ada yang membangunkan sahur tapi tidak berpuasa, nah itu,” ungkap Putri saat membuka resmi pergelaran Festival Nabeuh Bedug dan Musik Bangun Sahur, di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jalan Ciledug, Garut Kota, Selasa (25/3/2025). Festival ini dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-212 Kabupaten Garut dan menyambut Bulan Ramadan 1446 Hijriah.

Dalam sambutannya, Putri Karlina mengapresiasi para peserta yang turut berpartisipasi dalam festival ini. Ia menegaskan bahwa pemenang lomba akan mewakili Garut di tingkat provinsi.

“Pemenang nanti akan mendapatkan uang saku sebesar Rp250 ribu dan keberangkatannya akan dibiayai oleh Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.

Melestarikan Tradisi di Bulan Ramadan
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Luna Avriantini, menyampaikan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya membangunkan sahur dan memainkan bedug, terutama di tengah masyarakat perkotaan yang semakin jarang mendengar suara bedug.

“Jadi ini kita giatkan lagi budaya ini agar masyarakat khususnya anak-anak kaum muda ini bisa lagi menikmati suara-suara beduk terutama di bulan Ramadan,” katanya.

Festival ini menghadirkan dua kategori lomba, yaitu Lomba Musik Bangun Sahur yang berbentuk grup dan Lomba Nabeuh Bedug yang bersifat perorangan. Luna mengungkapkan, sebanyak 11 grup masuk ke babak final Lomba Musik Sahur, sementara Lomba Nabeuh Bedug diikuti oleh 12 peserta dari berbagai kecamatan di Garut.

Peserta lomba sebelumnya telah mengirimkan video penampilan mereka untuk diseleksi sebelum masuk ke babak final. Menurut Luna, festival ini juga menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan kreativitas mereka dalam dakwah melalui musik sahur.

Melalui lomba ini, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkreasi, sekaligus mengingatkan umat Muslim tentang pentingnya sahur di bulan Ramadan.

“Karena musik sahur ini kan memanggil muslimin dan muslimat untuk melaksanakan sahur,” tandasnya.

Dede mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *